Jumat, 30 September 2011

Diksi / Pilihan Kata

Pengertian Diksi
Diksi, dalam arti aslinya dan pertama, merujuk pada pemilihan kata dan gaya ekspresi oleh penulis atau pembicara. Arti kedua, arti "diksi" yang lebih umum digambarkan dengan enunsiasi kata - seni berbicara jelas sehingga setiap kata dapat didengar dan dipahami hingga kompleksitas dan ekstrimitas terjauhnya. Arti kedua ini membicarakan pengucapan dan intonasi, daripada pemilihan kata dan gaya.

Diksi memiliki beberapa bagian; pendaftaran - kata formal atau informal dalam konteks sosial - adalah yang utama. Analisis diksi secara literal menemukan bagaimana satu kalimat menghasilkan intonasi dan karakterisasi, contohnya penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan gerakan fisik menggambarkan karakter aktif, sementara penggunaan kata-kata yang berhubungan dengan pikiran menggambarkan karakter yang introspektif. Diksi juga memiliki dampak terhadap pemilihan kata dan sintaks.

Diksi terdiri dari delapan elemen: Fonem, Silabel, Konjungsi, Hubungan, Kata benda, Kata kerja, Infleksi, dan Uterans.

Teknik -Teknik Diksi

1. JELAS
    Kata yang dipilih harus jelas bagi pembaca.  Kejelasan akan memastikan ketepatan imajinasai pada pembaca dengan  penulis. Bila tidak jelas, pembaca akan membayangkan suatu yang lain  yang berbeda dengan yang dimaksud oleh penulis. Untuk mencapai kejelasan  tersebut, pedoman berikut ini dapat dipergunakan.
 
    Kata yang konkrit lebih jelas dibandingkan  dengan yang abstrak. Jika kita menemukan dua kata, yang satu mempunyai  makna yang konkrit dan dan satu lagi abstrak, maka gunakanlah yang  konkrit. Kata yang konkrit menghasilkan imajinasi yang lebih tepat  daripada yang abstrak. Kalau tidak ditemukan padanan kata yang konkrit,  kita dapat menambahkan suatu deskripsi panjang lebar atas kata yang  abstrak tadi sehingga lebih konkrit maknanya.

    Ada kata yang dipakai luas dan umum dan ada  kata yang dipakai dalam kelompok-kelompok khusus tertentu. Hindari  kata-kata yang hanya dikenali di kelompok khusus untuk pembaca umum.  Kata-kata yang
digunakan di dunia akademis, mungkin tidak dikenali oleh  pelanggan majalah wanita. Kata khusus tepat dipakai jika tulisan kita  memang ditujukan pembaca khusus. Contohnya kata percobaan lebih  bersifat umum daripada eksperimen. Tapi, di kelompok tertentu,  kata eksperimen lebih tepat dari percobaan.

2. SESUAI


    Jika kita melihat konteks kata secara  situasi dan kondisi pembaca, ada kata yang sesuai dan yang tidak sesuai  walaupun makna leksikal kata itu tepat. Kata aku dan saya sama  makna leksikalnya. Tapi, kata aku kurang sesuai untuk tulisan  yang bersifat formal. Kata buang air kecil lebih sesuai untuk  situasi tertentu dibandingkan dengan kata kencing.  Jika Anda mengatakan sekelompok orang dengan kata bodoh dan terbelakang mereka  mungkin akan marah. Tapi bila Anda tulis kurang memahami dan belum  berkemajuan, mereka akan senyum-senyum saja.
    
    Ada beberapa tips untuk mendapatkan kata  yang sesuai dalam teknik diksi. Pertama, kenali benar target pembaca  anda. Apakah mereka masyakat umum ataukah mereka kelompok tertentu,  seperti kelompok
ilmuwan, wartawan, pebisnis dll. Setiap kelompok  memiliki kecendrungan penggunaan kata-kata tertentu dan ketabuan kepada  kata-kata tertentu. Lebih parah lagi, satu kata yang sama dapat memiliki  makna yang berdeda di kelompok yang berbeda.

    Kedua, kenali benar jenis dan tulisan anda.  Jika tulisan anda merupakan tulisan serius, ilmiah dan bersifat  akademis, tentu anda tidak akan menggunakan kata-kata slang atau istilah percakapan lainnya. Sebaliknya bila tulisan anda bersifat  populer dan menghibur, anda sebaiknya tidak menggunakan jargon-jargon  ilmiah. Bila tulisan anda bertujuan untuk mengintimidasi emosi pembaca,  kata-kata yang lebih sesuai tentulah kata-kata yang penuh emosional dan  mempunyai efek indria.

3. MENARIK

    Kata yang menarik adalah kata yang  memberikan efek psikologis pada pembaca. Salah satu kata yang menarik  adalah kata-kata yang singkat. Kalau ada dua kata yang memiliki makna  yang sama, pembaca lebih senang dengan yang lebih singkat. Yang termasuk  kata yang menarik adalah kata yang menunjukkan tindakan. Kata-kata  jenis ini memberi tenaga. Pembaca lebih senang dengan dia melukai  tangan dari pada dia membuat luka di tangan.
    
    Kata yang  menarik adalah kata yang berona, berirama, atau kata-kata yang membuat  seseorang menggerakkan aktif indranya.Orang akan lebih tertarik membaca tulisan yang mengandung  kata-kata
yang menyentuh langsung pengalaman dan pengetahuannya  dibandingkan dengan kata-kata yang tidak pernah dialaminya walaupun ia  tahu makna kata itu.

    Orang juga  menyukai kata-kata yang penuh perumpamaan, metafora, dan personafikasi.  Tulisan yang enak dibaca biasanya mengandung banyak unsur-unsur  tersebut. Untuk tulisan yang non fiksi sekalipun akan enak dibaca bila  dibumbui kata-kata yang penuh dengan perumpamaan, metafora, dan  personafikasi asalkan tidak berlebih-lebihan. Jadi, kalau kata yang jelas akan mantap  memasuki nalar pembaca, maka kata-kata yang sesuai akan memenuhi  cita-rasa pembaca sedangkan kata yang menarik akan memasuki ruang  seleranya.

referensi :
http://id.wikipedia.org
http://menuliskreatif.com/

Tentang Diri


Nama saya Icut, nama lengkap Cut Aisyah, untuk nama panggilan, biasanya dipanggil Cut atau Icut. Lahir di Kota Aceh, tanggal lahir 14 September 1990. Tempat tinggal sekarang di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.  Tinggi badan saya 155 cm, dengan berat 45 kg. Golongan darah A.  Hobi saya adalah membaca, terutama novel novel dan buku buku dokumenter. Bidang ketertarikan saya ada di bidang teknologi komputer.

Saat ini saya adalah mahasiswi semester 5 di Universitas Gunadarma angkatan 2009. Jurusan yang saya ambil adalah Sistem Informasi fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi.

Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Saat ini saya masih tinggal bersama keluarga saya. Ayah saya, pekerjaan sebagai wiraswasta dan Ibu saya sebagai ibu rumah tangga. Saya mempunyai 2 saudara laki – laki.